Kamis, 25 Agustus 2022

Essay- Nova Lutfifatul Azizah

UPAYA PENGAKTIFAN PERPUSTAKAAN SEKOLAH UNTUK MENUMBUHKAN 

MINAT BACA SISWA DI SDN 3 NGRAYUN

Nova Lutfifatul Azizah

    Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) adalah kegiatan perkuliahan pengabdian mahasiswa dalam bentuk belajar, meneliti dan bekerja bersama masyarakat. KPM ini merupakan kegiatan perkuliahan pengabdian masyarakat mahasiswa IAIN Ponorogo sebagai salah satu bagian penting kegiatan pengamalan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang wajib ditempuh  oleh seluruh mahasiswa IAIN Ponorogo.

    KPM merupakan bagian dari kegiatan intrakulikuler yang memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar, melakukan proses pencarian (research) dan bekerja bersama masyarakat. KPM bukan kegiatan bakti sosial, KPM adalah kegiatan partisipatif yang berbasis pada pemberdayaan masyarakat dimana mahasiswa peserta KPM dan masyarakat melebur menjadi satu dan bersama-sama secara aktif partisipatif melakukan proses pencarian dan penemuan jalan terbaik dalam menggali potensi dan menyelesaikan persoalan yang dihadapi masyarakat.

    Adapun tujuan umum dari KPM adalah untuk mempraktikkan ilmu yang telah didapat dibangku kuliah dalam bentuk pemberdayaan masyarakat sehingga menghasilkan kualitas dan kesejahteraan hidup masyarakat menjadi  meningkat. Mahasiswa peserta kegiatan pengabdian masyarakat diharapkan mampu bersinergi dengan masyarakat sehingga problem sosial masyarakat sehingga problem sosial masyarakat dapat terpecahkan sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan sosial sesuai dengan visi, misi, dan fungsi perguruan tinggi agama Islam.

    Sedangkan tujuan khusus dari KPM adalah melatih penalaran dan kepekaan mahasiswa dengan bekerja sama atau antar disiplin ilmu, mengembangkan potensi mahasiswa untuk melakukan improvisasi dan inovasi dalam profesi khususnya dalam pembangunan masyarakat umumnya, memberikan kepada mahasiswa pengalaman belajar, meneliti dan bekerja secara langsung bersama masyarakat dalam menghadapi berbagai persoalan yang kompleks, memberikan bantuan pemikiran kepada masyarakat dalam meningkatkan SDM sesuai dengan tuntutan dinamika pembangunan dan perkembangan iptek, mendampingi, membersamai dan mensuport masyarakat dalam upaya melakukan pembinaan pranata dan meningkatkan keahlian dan keterampilan hidup untuk mencapai kesejahteraan dan kemandirian hidup. Objek sasaran dari kegiatan KPM ini adalah mahasiswa IAIN Ponorogo dan masyarakat Kabupaten Ponorogo khususnya yang bertempat tinggal di Kecamatan yang menjadi tempat pelaksanaan KPM tahun 2022 salah satunya adalah di Dusun  Ganen, Desa Ngrayun Kecamatan Ngrayun Kabupaten Ponorogo.

    Dukuh Ganen merupakan dukuh yang terbentuk pada tahun 2018 dan merupakan pecahan dari dukuh Sambi, akibat banyaknya jumlah penduduk di dukuh Sambi maka pemerintah melakukan pemisahan wilayah dari dukuh Sambi untuk menjadi dukuh sendiri yang disebut dengan dukuh Ganen, oleh karena itu sejarah dukuh Ganen sama seperti dukuh Sambi. Dukuh Ganen terdiri dari 11 RT dan 3 RW dari awal terbentuknya, wisata yang terdapat di dukuh tersebut yaitu gazebo desa.

    Pada tanggal 4 Juli 2022 IAIN Ponorogo kembali menugaskan kapada Mahasiswa untuk memulai pelaksanaan kegiatan Kuliah Pengabdian Masyarakat secara offline. Pelaksanaan kegiatan Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) ini terbagi menjadi 120 kelompok dengan berpencar-pencar di beberapa desa yaitu Desa Sambit, Desa Slahung, Desa Bungkal, Desa Ngrayun, dan Desa Sawo, yang mana dalam setiap kelompok terdiri dari 20 sampai 22 mahasiswa dengan pengelompokkan jenis Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) sesuai pilihan sebelum pelaksanaan KPM. Jenis KPM disini ada 2 yaitu KPM Mono Disiplin dan KPM Multi Disiplin. KPM Mono Disiplin yaitu KPM yang terdiri dari mahasiswa prodi serta fakultas yang sama sedangkan KPM Multi Disiplin yaitu gabungan dari beberapa prodi dengan fakultas  yang berbeda. Dalam pelaksanaan kegiatan KPM kami kelompok 66 dengan jenis KPM Mono Disiplin prodi Pendidikan Agama Islam yang beranggotakan 21 mahasiswa yang terdiri dari 16 mahasiswa perempuan dan 5 mahasiswa laki-laki yang ditempatkan di Desa Ngrayun,  Kecamatan Ngrayun Kabupaten Ponorogo tapatnya berlokasi di Dukuh Ganen bertepatan rumah yang kita tinggali milik Bapak Soiman yang merupakan penduduk asli dukuh Ganen. Sebelum hari-H kami sudah mendatangi rumah Bapak Soiman untuk meminta izin jika ingin tinggal di rumah baliau selama kegiatan kuliah pengabdian masyarakat, yang berlangsung dalam waktu 40 hari. Akan tetapi sebelum memulai kegiatan di Desa Ngrayun, kami juga silaturahim ke balai desa untuk menemui bapak kepala desa beserta perangkatnya untuk mengetahui lebih lanjut jika pelaksanaan KPM resmi diterima di Desa Ngrayun. Hal ini untuk mengetahui lebih mendalam mengenai semua kebiasaan yang telah menjadi tradisi di Desa Ngrayun, kami juga melakukan observasi, wawancara dan silaturahmi ke rumah tokoh masyarakat serta takmir masjid untuk turut berpartisipasi dalam kegiatan yang ada di Desa Ngrayun. Berdasarkan pengamatan yang diperoleh di Desa Ngrayun, terdapat beberapa lembaga pendidikan baik formal maupun non-formal. Untuk lembaga non formal disini  kami menemukan beberapa lembaga Madin. Diantaranya yaitu Madin sekolah, Madin Baitul mal, dan Madin Sulamun Nihayah. Sedangkan Pendidikan formal yang ada di Dukuh Ganen desa Ngrayun terdapat dua lembaga sekolah yaitu TK dan SD.

    Ketika melakukan observasi  di SDN 3 Ngrayun, terdapat beberapa problematika yang kami temukan. Di lokasi tersebut kami prihatin atas kondisi sarana dan prasarana sekolah. Banyak ruang-ruang kelas, plafon, bangku, tempat ibadah, kamar mandi, dan perpustakaan yang perlu mendapat perhatian khusus dari pemerintah. Namun, dengan kondisi yang demikian tidak ada respon dari pemerintah terkait dengan renovasi sekolah. Oleh karena itu kelompok kami membuat program kerja salah satunya mengenai perpustakaan di SDN 3 Ngrayun. 

    Setelah satu Minggu melakukan observasi di SDN 3 Ngrayun, kami hanya melihat beberapa siswa yang mengunjungi perpustakaan sekolah. Mungkin karena siswa malas pergi ke perpustakaan yang disebabkan karena kondisi sarana dan prasarana yang kurang memadai tersebut. Para siswa lebih memilih bermain, bercanda, dan membeli makanan ringan daripada berkunjung ke perpustakaan sekolah. Hanya ada beberapa siswa saja yang mengunjungi perpustakaan, itupun hanya melihat-lihat buku. 

    Esai ini akan membahas mengenai upaya Pengaktifan Perpustakaan Sekolah untuk Menarik Minat Baca Siswa di SDN 3 Ngrayun. Ketika melakukan pengamatan dan observasi secara langsung, kami memperoleh beberapa problem yang ada. Salah satunya yaitu terkait dengan perpustakaan di SDN 3 Ngrayun. Problem yang kami temukan  yaitu kurangnya minat baca siswa yang disebabkan oleh sarana dan prasarana perpustakaan yang kurang memadai. Sarana dan prasarana yang belum memadai tersebut meliputi; tidak tersedianya tempat baca yang nyaman, lantai yang rusak, rak dan buku yang tidak tertata rapi, selain itu cat dinding yang lusuh sehingga terkesan perpustakaan tersebut seperti gedung tua yang tidak terpakai. 

    Setiap jenjang pendidikan pada dasarnya harus memenuhi 8 standar pendidikan, salah satunya standar sarana. Sarana prasarana pendidikan tersebut meliputi ruang belajar, tempat berolahraga tempat beribadah perpustakaan laboratorium dan sumber belajar lain yang diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran. Dengan adanya sarana dan prasarana bukan hanya tujuan pembelajaran yang tercapai tetapi, tujuan dari lembaga pendidikan juga dapat tercapai. 

Program ini dilaksanakan mengingat pentingnya perpustakaan bagi siswa sebagai sumber ilmu pengetahuan dan tempat menyimpan bahan belajar anak khususnya literasi. Keberadaan perpustakaan sekolah sangat penting karena masa sekolah merupakan kesempatan yang baik bagi anak untuk membiasakan membaca. Keberadaannya sangat membantu anak-anak menanamkan pengetahuan yang lebih luas. Oleh sebab itu, kami memfokuskan program kerja kami untuk mengaktifkan perpustakaan dengan tujuan untuk menarik minat baca siswa di SDN 3 Ngrayun. 

    Berdasarkan masalah yang ada diperpustakaan, kami melakukan beberapa aksi yang didukung penuh oleh kepala sekolah, semua guru dan para siswa yang turut andil dalam mensukseskan  program yang telah kami buat. Aksi tersebut diantaranya yaitu penataan ulang perpustakaan, renovasi perpustakaan dan menghidupkan kembali perpustakaan. Ketika penataan ulang perpustakaan, kami dibantu oleh siswa dan guru untuk membersihkan debu-debu, menyapu, dan memindahkan buku dari satu rak ke meja untuk penataan ulang. Selain itu, kita juga melakukan penataan ulang taman didepan perpustakaan. Tidak hanya melakukan tindakan penataan ulang, tetapi kelompok kami juga merenovasi perpustakaan. Tindakan yang  kita ambil yaitu melakukan pengecatan ulang perpustakaan dan pengecoran lantai perpustakaan yang telah rusak. Selain itu, upaya yang kita lakukan untuk menghidupkan kembali perpustakaan yaitu kita membuat pojok baca yang nyaman dan mengajak para siswa untuk meramaikan perpustakaan. Program ini dilaksanakan pada Minggu ke-4 tepatnya pada hari Senin tanggal 25 Juli 2022 sampai tanggal 6 Agustus 2022. Dengan semangat dan gotong royong dari semua pihak akhirnya program dari kelompok kami dapat terlaksana sesuai dengan perencanaan. 

    Pada hari Senin 8 Agustus 2022 perpustakaan sudah dibuka sehingga para siswa dapat menggunakan fasilitas perpustakaan yang lebih nyaman. Terlihat sekali para siswa begitu antusias meramaikan perpustakaan. Mereka membaca, bercerita dan  meminjam beberapa buku yang ada diperpustakaan. Menurut salah satu anak yang saya wawancarai, anak tersebut merasa nyaman dengan perpustakaan yang bersih dan nyaman untuk ditempati. Itulah tujuan utama yang ingin dicapai oleh kelompok kami, yaitu menimbulkan kecintaan para siswa terhadap budaya minat baca.

    Kami dari Mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat berusaha untuk memberikan solusi yang tepat untuk mengatasi permasalahan yang ada dengan mengaktifkan kembali perpustakaan melalui beberapa upaya seperti  penataan ulang perpustakaan, pengecatan perpustakaan, pengecoran lantai perpustakaan, dan memperbaiki taman yang ada didepan perpustakaan. Terbukti bahwa kami mahasiswa IAIN Ponorogo terjun untuk mengabdi ke lembaga sekolah untuk mengaktifkan kembali perpustakaan yang sepi. Dengan adanya aksi dan upaya dalam pengaktifan ulang perpustakaan dapat meningkatkan minat baca siswa di SDN 3 Ngrayun. 

    Kesan yang saya dapatkan selama pelaksanaan kegiatan Kuliah Pengabdian Masyarakat di Desa Ngrayun sangat banyak sekali, bahkan tidak akan pernah terlupakan. Pengalaman yang saya dapatkan selama ini tidak hanya terpacu pada dunia pendidikan, bahkan banyak kegiatan masyarakat yang menarik dan memberikan pengalaman dan nantinya dapat diterapkan di desa masing-masing. Seperti halnya di Dukuh Ganen Desa Ngrayun Kecamatan Ngrayun Kabupaten Ponorogo, ditempat inilah saya belajar hidup bermasyarakat. Setiap malam Jum'at siang kami mengikuti kegiatan rutinan Yasinan bersama ibu-ibu desa Ngrayun. Kami sebagai mahasiswa KPM turut  andil dalam kegiatan tersebut, yakni menjadi bilal saat kegiatan Yasinan. Selain itu, setiap hari Selasa terdapat kegiatan bersih lingkungan yang dilakukan oleh semua masyarakat dukuh Ganen Desa Ngrayun. Mereka bergotong royong membersihkan jalan dan membersihkan rumput. Kegiatan tersebut berlangsung dari jam tujuh pagi sampai jam 9 pagi. Selain bersih -bersih Mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat juga mengikuti kegiatan Rewang diacara pernikahan. Tidak hanya itu, kelompok KPM kami juga mengikuti kegiatan acara piton-piton yang merupakan peringatan tujuh bulan umur bayi setelah dilahirkan, dan sebagai wujud rasa syukur orang tua si bayi kepada tuhan yang maha esa atas karunia nya sehingga anak mereka tumbuh dengan baik. 

    Salah satu acara yang sangat berkesan bagi saya pribadi yaitu ketika kegiatan Peringatan HUT RI ke-77. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada tanggal 8-9 Agustus 2022 tepatnya pada hari Senin dan selasa. Ketika kegiatan Peringatan HUT RI ke-77 semua anak-anak SDN 3 Ngrayun turut serta dalam kegiatan tersebut. Kuliah Pengabdian Masyarakat kelompok 66 mengadakan 9 lomba yang mana lomba tersebut terdapat 2 kategori. Yakni lomba adzan dan hafalan untuk lomba Madin, dan lomba non Madin seperti lomba balap karung, lomba tusuk air, lomba makan kerupuk,  lomba goyang balon, lomba estafet air, dan lomba estafet karet. Kegiatan tesebut dilaksanakan dengan tujuan untuk memeriahkan perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia sekaligus mengajarkan anak mengenai perjuangan dalam meraih kemenangan. Hal yang sangat berkesan juga terjadi ketika hari Kamis, 11 Agustus 2022. Pada hari dan tanggal tersebut diadakan pengajian dalam rangka memperingati HUT RI ke-77, hari jadi dukuh Ganen ke-2 dan sekaligus penutupan KPM Kelompok 66 IAIN Ponorogo. Kegiatan tersebut dihadiri oleh  masyarakat ngrayun dan sekitarnya. Mereka berantusias untuk mensukseskan acara yang telah kami buat dengan turut meramaikan pengajian yang diisi  langsung oleh kyai Sunartib, M.Sy yang merupakan pengasuh pondok pesantren Al-Muttawakil Jenangan Ponorogo.

    Keesokan harinya, tepatnya pada hari Jumat, 12 Agustus 2022 kami Kelompok 66 KPM IAIN Ponorogo bersilaturahmi ke rumah tokoh masyarakat dusun Ganen dengan tujuan menyampaikan banyak terimakasih karena sudah memberikan tempat dan telah membantu dalam mensukseskan acara Kuliah Pengabdian Masyarakat tepatnya di dukuh Ganen. Tanpa bantuan dari mereka Kegiatan Kuliah Pengabdian Masyarakat ini tidak akan terlaksana. Dengan mengikuti kegiatan yang ada di Dukuh Ganen Desa Ngrayun Kecamatan Ngrayun dapat memberikan pengetahuan dan pengalaman dalam bermasyarakat dan bersosialisasi dengan lingkungan sekitar. Walaupun kami mengambil jenis KPM Mono Disiplin dengan prodi Pendidikan Agama Islam, akan tetapi kami tidak hanya terpacu pada kegiatan yang berbasis pendidikan. Kami juga berbaur ke masyarakat untuk ikut serta dalam mengisi kegiatan masyarakat. Pengalaman yang paling menyenangkan dalam pelaksanaan kegiatan Kuliah Pengabdian Masyarakat, kami memiliki banyak teman dari berbagai macam kelas dengan Prodi Pendidikan Agama Islam dan juga lebih mengenal dekat tokoh masyarakat yang ada di Desa Ngrayun melalui berbagai macam aktivitas yang dilakukan, sehingga dengan hal tersebut dapat mempererat tali silaturahmi diantara sesama.

    Pesan yang ingin saya sampaikan selama pelaksanaan kegiatan Kuliah Pengabdian Masyarakat yaitu kami berterima kasih kepada kampus bercinta kami IAIN Ponorogo yang telah memberikan kesempatan kepada kami untuk mengikuti pelaksanaan kegiatan Kuliah Pengabdian Masyarakat. Tak lupa kami juga berterima kasih  kepada Bapak Erwin Yudhi Prahara, M. Pd. I selaku dosen pembimbing lapangan Kuliah Pengabdian Masyarakat yang telah membimbing selama kegiatan Kuliah Pengabdian Masyarakat berlangsung dan tak lupa kepada rekan Kuliah Pengabdian Masyarakat kelompok 66 yang  telah berkenan bergabung dengan kami. Dengan adanya pelaksanaan Kuliah Pengabdian Masyarakat kami bisa mendapatkan banyak pengalaman dari masyarakat dan lembaga lainnya yang membantu menyukseskan kegiatan Kuliah Pengabdian Masyarakat.Kami berharap dengan  datangnya mahasiswa KPM dan mengisi ke lembaga pendidikan khususnya SDN 3 Ngrayun diharapkan mampu mengatasi problem yang ada, dengan harapan setelah penataan ulang perpustakaan dari mahasiswa KPM mampu meningkatkan minat baca siswa. Selain itu, kami berharap kepada tokoh masyarakat di Desa Ngrayun untuk tetap menjaga kekompakan dan selalu bergotong royong guna menciptakan masyarakat yang hidup rukun dan damai. Dengan datangnya Mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat di Desa Ngrayun semoga dapat memberikan  manfaat khususnya bagi tokoh masyarakat dan juga adik-adik yang sudah mau bergabung dengan kami dalam berbagai kegiatan seperti bimbingan belajar, kegiatan Madin dan juga TPA, semoga adik-adik di Desa Ngrayun menjadi anak yang sukses, dapat membahagiakan orang tua, dapat menggapai cita-cita, dan dapat membawa nama baik desa. Harapannya jika nanti Mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat sudah usai dan meninggalkan Desa Ngrayun semoga dapat memberikan kenang-kenangan yang baik dan dikenal oleh masyarakat dengan hal-hal yang baik sehingga tali silaturahmi akan tetap terjaga walaupun kami sudah tidak ada disana.  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

OPTIMALISASI PENDAMPINGAN MAHASISWA KPM DALAM MEMBINA GENERASI QUR’ANI DI DESA KARANGREJO

 TPQ memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk karakter anak sejak dini supaya memiliki pondasi agama yang baik. Materi pembelajara...